Pengusaha Plastik Akan Naikkan Harga 15-20%

JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Industri Kemasan Fleksibel Indonesia (Rotokemas) Felix S Hamidjaja mengatakan dengan adanya lonjakan sejumlah biaya produksi, maka pihaknya akan menaikkan harga sekira 15-20 persen.

“Harus dinaikkan bulan ini. Tapi, belum tahu apakah pasar bisa menyerap kenaikan itu. Masalahnya, semua bahan baku seperti polyethylene (PE), polypropiline (PP), solfen, bahkan tinta cetak mengalami kenaikan harga. Kemasan diproduksi dari film yang diolah dari bijih plastik. Nah, harga film juga sudah melonjak 30 persen. Kali ini memang terpaksa harus ekstrim kenaikannya,” jelas Felix, di Jakarta, Rabu (16/2/2011).

Menurut Felix, sektor industri pengguna kemasan fleksbiel terbesar diantaranya adalah mi instan, biskuit, dan permen. Pada saat ini, kata dia, sekira 40 persen kebutuhan kemasan diimpor, sementara 60 persen dipasok oleh produsen lokal.

“Saat ini, produsen sedang bernegosiasi dengan klien masing-masing karena kontrak pembelian tergantung setiap perusahaan. Ada yang spot, ada yang kontrak. Kondisinya saat ini kompleks, jadi tidak mudah,” tutur Felix.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Roti, Biskuit, dan Mi Instan (Arobim) Sribugo Suratmo mengatakan, kenaikan harga kemasan plastik akan mempengaruhi harga akhir produk jadi. Namun, Sribugo mengaku, belum bisa memprediksi dampak kenaikan tersebut terhadap harga jual.

“Kalau kenaikannya sampai melebihi 10 persen, memang produsen tidak bisa bertahan. Pasti akan menaikkan harga meski belum tahu bakal berapa. Setiap perusahaan berbeda dampaknya. Tapi, untuk produk kelas menengah ke bawah, kemungkinan kami belum akan menaikkan harga. Hanya yang kelas atas dulu. Jadi, subsidi silang antara produk. Nah, itu juga belum tahu sampai berapa lama bisa bertahan,” kata Sribugo.

Pada saat ini, Sribugo menambahkan, industri nasional tengah menghadapi tantangan terkait bahan baku dan pasokan gas.

“Yang pasti, saat ini meski harga bahan baku seperti gula dan terigu mahal, masih bisa terkontrol. Harga kemasan plastik terpengaruh oleh harga minyak dunia internasional. Nah, selama masih ada barangnya, tidak langka, industri bisa berupaya dengan seefisien mungkin. Yang susah kalau seperti gas. Belum pasti seperti apa pasokannya,” tutup Sribugo.(Sandra Karina/Koran SI/ade)

*Sumber = http://economy.okezone.com/read/2011/02/16/320/425442/pengusaha-plastik-akan-naikkan-harga-15-20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: